KOTA BEKASI – Kota Bekasi akan merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) yang ke 29 pada 10 Maret mendatang. Anggota Komisi II DPRD Kota Bekasi, Gilang Esa Mohammad, mengingatkan masih banyak Pekerjaan Rumah (PR) yang hingga kini belum terselesaikan.
“Semoga di usia ke 29 ini Bekasi semakin dewasa, dan juga PR – PR yang selama ini menjadi penyakit di masyarakat, kayak banjir, jalanan rusak, sampah, transportasi, semoga bisa diatasi oleh pemerintah Kota Bekasi,” kata Gilang Esa saat ditemui, Kamis (5/3/2026).
Dirinya berharap, pemerintah kota (Pemkot) Bekasi akan lebih serius, konsen membangun infrastruktur yang berkualitas dan tepat sasaran sesuai kebutuhan masyarakat. Ia mencontohkan, pembangunan wisata air Kalimalang yang kini tengah digarap Pemkot Bekasi menurutnya tidak tepat sasaran, karena mengabaikan kondisi infrastruktur di sekitarnya.
“Itu anggarannya begitu besar, tapi menurut saya kurang tepat, karena sebelah- sebelahnya wisata air itu jalananya banyak yang hancur. Kebetulan rumah saya di Kalimalang, jalan berlubang itu masih banyak, terus drainase, Uditch itu juga sudah tidak menampung air lagi, akhirnya banjir ke jalan,”terangnya.
Politisi PDI Perjuangan ini berharap, kedepan, pembangunan infrastruktur Pemkot Bekasi harus terlebih dahulu direncanakan berdasarkan partisipasi warga agar sesuai kebutuhan, bukan hanya sebagai objek proyek.
“Jangan masyarakat gak pengen itu, tapi dikasih itu, kecuali kita anak kecil, sakitnya batuk di kasih puyer, kan gak nyambung,”ujarnya.
Ia mengaku kerap menerima laporan masyarakat melalui media sosial maupun pesan pribadi terkait kondisi jalan yang membahayakan pengendara.
“Banyak warga DM Instagram dan WhatsApp saya mengeluhkan jalan berlubang di Kota Bekasi. Bahkan ada kendaraan rusak sampai pengendara motor jatuh dan sempat viral,” katanya.
Menurutnya, perbaikan jalan seharusnya dapat ditangani cepat melalui tim Unit Reaksi Cepat (URC) milik Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) tanpa harus menunggu laporan resmi dari masyarakat.
“Jangan kita dari Jakarta jalannya mulus, pas nyampai Bekasi gradakan. Ini kan wajah, yang mana kita harus sama-sama- sama peduli terhadap infrastruktur ini,”ujarnya.
Selain itu, Gilang juga menyoroti kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kota Bekasi saat ini kapasitasnya sudah penuh dan mengkhawatirkan, karena sering longsor. Dirinya berharap, pemerintah Bekasi segera membelanjakan lahan untuk pembangunan proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) dengan tepat sasaran, serta jauh dari pemukiman warga agar tidak merugikan masyarakat.
“Kalau bisa jauh dari pemukiman atau fasilitas publik supaya masyarakat tidak terdampak,”tegasnya.
Dirinya juga berharap, di momen hari jadi Kota yang ke 29 ini eksekutif dan legislatif kedepan dapat berkolaborasi untuk membangun Kota Bekasi. Sebab menurutnya, selama ini DPRD yang memiliki tugas pokok fungsi untuk melakukan legislasi, budgeting dan controlling tidak pernah dilibatkan dalam program – program yang diluncurkan pemerintah kota Bekasi.
“Ini menjadi evaluasi, semoga di usia Kota Bekasi yang ke 29 ini pemerintahan, eksekutif dan legislatif bisa berjalan selaras, berkolaborasi untuk masyarakat Kota Bekasi,”pungkasnya. (RED)





