Bupati Bekasi Ikuti Musrenbang Jabar 2020 via Video Conference

Terkini370 Dilihat
CIKARANG PUSAT – Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja mengikuti pelaksanaan Musrenbang Provinsi Jawa Barat Tahun 2020 yang dilaksanakan secara Virtual melalui Video Conference, didampingi jajaran perangkat daerah lainnya. Bupati mengikuti acara yang berlangsung sejak Rabu pagi (22/4), yang bertempat di Command Center, Diskominfosantik Kabupaten Bekasi.
Dalam pertemuan tersebut hadir pula Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian sebagai perwakilan pemerintah pusat, Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat M. Ridwan Kamil dan Uu Ruzhanul Ulum, dan Sekretaris Daerah Jawa Barat Setiawan Wangsaatmaja.
Selain itu, juga hadir Menteri Pariwisata RI Wishnutama, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN RI/Bappenas) Suharso Monoarfa, Anggota-Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Kepala LIPI Laksana Tri Handoko, Bupati dan Walikota se-Jawa Barat, Anggota DPRD Se-Jawa Barat, dan kepala instansi vertikal lainnya se-Jawa Barat.
Tema dari Musrenbang Jabar tahun ini yaitu Peningkatan Daya Saing Daerah Melalui Percepatan Pemulihan Ekonomi dan Penguatan Sistem Kesehatan Daerah. Hal ini berkaitan dengan penanganan Covid-19 di Jawa Barat dan langkah-langkah pemulihan yang akan diambil pemerintah provinsi pasca wabah Corona di pertengahan sampai akhir tahun nanti.
Menanggapi tema tersebut, Bupati Eka mengatakan bahwa sampai saat ini Pemerintah Kabupaten Bekasi terus berusaha untuk menjalankan pelayanan publik, dengan upaya penanganan dan pemulihan warga dan petugas kesehatan yang terkena dampak Corona.
“Kita masih terus melakukan upaya-upaya agar pelayanan masyarakat terus berjalan, baik dari segi pelayanan publik dengan membangun Mal Pelayanan Publik yang sedang berlangsung, maupun pelayanan kesehatan dengan terus mengakomodir kebutuhan pasien dan tenaga medisnya,” katanya.
Mewakili Jawa Barat, Gubernur Ridwan Kamil mengatakan berbagai daerah Jawa Barat telah melakukan PSBB dan tes masif di sejumlah daerah, hanya saja terkendala jumlah alat tes Corona yang tidak sebanding dengan banyaknya masyarakat yang harus diuji. Disamping itu, Ridwan mengungkapkan Jawa Barat menganggarkan Rp 10,8 Triliun untuk penanganan Covid-19 di Jawa Barat.
“Nilai tersebut lebih tinggi dari DKI Jakarta jika dilihat dari skala APBD masing-masing daerah. Kami juga ingin menyampaikan bahwa presentase jumlah pasien Covid yang sembuh di Jawa Barat lebih tinggi daripada yang meninggal,” katanya. Ia menekankan, bahwa kepatuhan warga akan PSBB menjadi kunci kesuksesan pengentasan Covid-19 di Jawa Barat.
Diketahui bahwa status Covid-19 di Kabupaten Bekasi per 22 April 2020 pukul 08.00 pada website pikokabsi.bekasikab.go.id, yakni Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 2233 orang, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 631 orang, pasien positif sebanyak 63 orang, Orang Tanpa Gejala (OTG) sebanyak 320 orang, dan Orang Pelaku Perjalanan (OPP) sebanyak 5 orang. (Adv/HMS)

Komentar