Terkait Rencana Penyesuaian Tarif Transjabodetabek, Walikota Bekasi Langsung Menghubungi Gubernur DKI Jakarta

Advertorial50 Dilihat

KOTA BEKASI – Rencana penyesuaian tarif layanan Transjabodetabek yang diwacanakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memunculkan rasa was-was di kalangan masyarakat dan pemerintah Kota Bekasi. Isu yang berkembang menyebutkan subsidi untuk layanan transportasi lintas wilayah tersebut akan dicabut sehingga tarif penumpang berpotensi melonjak.

Kekhawatiran itu membuat Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, menghubungi langsung Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, guna memastikan nasib subsidi Transjabodetabek.

Menanggapi hal tersebut, Tri Adhianto menjelaskan bahwa kekhawatiran muncul karena berkembangnya informasi bahwa subsidi Transjabodetabek akan dicabut. Jika hal itu terjadi, tarif layanan akan mengikuti perhitungan biaya operasional atau tarif keekonomian yang diperkirakan berada di kisaran Rp13.500 hingga Rp15.000 per perjalanan.

“Literasi yang berkembang hari ini seakan-akan subsidinya akan dicabut. Sehingga kalau dihitung secara keekonomian, tarifnya bisa mencapai Rp13.500 sampai Rp15.000,” kata Tri usai rapat paripurna DPRD Kota Bekasi, Senin (15/6).

Menanggapi hal tersebut, Tri Adhianto menjelaskan bahwa kekhawatiran muncul karena berkembangnya informasi bahwa subsidi Transjabodetabek akan dicabut. Jika hal itu terjadi, tarif layanan akan mengikuti perhitungan biaya operasional atau tarif keekonomian yang diperkirakan berada di kisaran Rp13.500 hingga Rp15.000 per perjalanan.

“Literasi yang berkembang hari ini seakan-akan subsidinya akan dicabut. Sehingga kalau dihitung secara keekonomian, tarifnya bisa mencapai Rp13.500 sampai Rp15.000,” kata Tri usai rapat paripurna DPRD Kota Bekasi.

Berdasarkan komunikasi yang dilakukan dengan Gubernur DKI Jakarta, Tri memastikan hingga saat ini belum ada keputusan untuk menghapus subsidi. Pemprov DKI masih melakukan kajian dengan mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah serta kebutuhan masyarakat terhadap transportasi umum yang terjangkau.

Menurut Tri, Pramono juga menyadari bahwa transportasi massal menjadi salah satu solusi penting untuk mengurangi kemacetan di kawasan aglomerasi Jakarta, termasuk Bekasi. Karena itu, aspek keterjangkauan tarif tetap menjadi perhatian utama.

“Pak Gubernur menyampaikan masih dilakukan perhitungan. Yang menjadi pertimbangan adalah kebutuhan transportasi untuk mengurangi kemacetan, tetapi juga harus melihat kemampuan ekonomi masyarakat yang saat ini tidak dalam kondisi baik-baik saja,” ujarnya.

Lebih lanjut, berdasarkan penjelasan yang diterimanya dari Pemprov DKI, tarif Transjabodetabek yang tengah dikaji masih berada pada kisaran Rp5.000 hingga Rp6.000 per perjalanan, jauh di bawah tarif keekonomian.

Menurut Tri, Pramono juga menyadari bahwa transportasi massal menjadi salah satu solusi penting untuk mengurangi kemacetan di kawasan aglomerasi Jakarta, termasuk Bekasi. Karena itu, aspek keterjangkauan tarif tetap menjadi perhatian utama.

“Pak Gubernur menyampaikan masih dilakukan perhitungan. Yang menjadi pertimbangan adalah kebutuhan transportasi untuk mengurangi kemacetan, tetapi juga harus melihat kemampuan ekonomi masyarakat yang saat ini tidak dalam kondisi baik-baik saja,” ujarnya.

Padahal sebelumnya, Pramono Anung mengungkapkan, dirinya menerima telepon pribadi dari Tri Adhianto yang meminta agar subsidi transportasi tersebut tetap dipertahankan. Menurutnya, banyak pihak salah memahami wacana penyesuaian tarif dan menganggap Pemprov DKI akan menghentikan subsidi.

“Saya ingin meluruskan, karena sekarang ini bahkan Bapak Wali Kota Bekasi juga telepon ke saya secara pribadi jangan sampai kemudian tidak disubsidi,” ujar Pramono di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (10/6/2026).

Pernyataan tersebut sekaligus memberi angin segar bagi ribuan warga Bekasi yang setiap hari mengandalkan layanan Transjabodetabek untuk beraktivitas menuju Jakarta. Pemerintah Kota Bekasi berharap kebijakan tarif yang nantinya ditetapkan tetap berpihak kepada masyarakat dan mampu mendorong penggunaan transportasi umum secara lebih luas. (ADV)