oleh

Lembaga Kajian Rinjanikita Anggaran Rutilahu Masih Belum Maksimal

-Terkini-468 Dilihat

SETU, KBS – Perhatian Pemerintah Daerah Kabupaten Bekasi terhadap masyarakat kurang mampu untuk mendapatkan salah satu kebutuhan pokok mereka yaitu kebutuhan rumah agar layak huni dirasakan masih belum maksimal. Hampir di seluruh kecamatan di Kabupaten Bekasi masih banyak masyarakat tinggal di rumah  yang tidak layak huni (RUTILAHU)

Salah satunya di wilayah desa tamansari kecamatan setu masih sangat banyak rumah tidak layak huni, rata rata pekerjaan warga desa tamansari merupakan para petani dan buruh serabutan, dan rumahnya pun sangat tidak layak untuk dihuni.

Salah satu contohnya adalah nenek Maemunah. Dia adalah seorang warga kampung buluh desa tamansari, pekerjaannya hanya ibu rumah tangga. Dia tinggal di rumah dengan kondisi sangat memperihatinkan , kondisi dalam rumahnya pun tidak sesuai apa yang di harapkan hanya terbuat dari tambalan bilik dan di tutup dengan kain bekas.

Hal ini seharusnya mendapat  perhatian khusus dari pemerintah daerah untuk mengalokasikan anggaran sebagai bentuk tanggung jawab Pemerintah bagi masyarakat yang tidak mampu agar dapat tinggal di rumah layak huni sesuai dengan standar yang telah diatur.

Lembaga Kajian Rinjanikita menyoroti melalui via whatsapp senin (28/6) menyampaikan,persoalan masih banyaknya warga kurang mampu di Kabupaten Bekasi tinggal di rumah tidak layak huni

” Sangat ironis bila sampai saat ini masih banyak masyarakat Kabupaten Bekasi masih tinggal di rumah tidak layak huni (RUTILAHU). padahal Bekasi dikenal sebagai salah satu daerah kaya. Kata Azka Zine,Ketua Lembaga Kajian Rinjanikita.

“Anggaran 20 juta untuk perbaikan Rutilahu yang dianggarkan oleh pemerintah kabupaten Bekasi dirasa masih jauh dari asas keadilan karena anggaran sebesar itu dimana real untuk pelaksanaannya tidak sebesar itu malah menimbulkan persoalan baru yaitu penerima bantuan terbebani untuk menyiapkan anggaran pribadi guna menyelesaikan perbaikan rumah mereka. Dengan kondisi seperti itu akhirnya banyak penerima bantuan perbaikan Rutilahu menolak rumahnya diperbaiki karena mereka tidak punya uang untuk menutupi kekurangan anggaran perbaikan”. Ujarnya

Sementara itu, Kepala Desa Tamansari M. Jahi Hidayat meminta agar lebih di perhatikan lagi sama pemerintah daerah kabupaten maupun propinsi,karna warga sangat mengharapkan bantuan pemerintah, karna masih banyak rumh yang tidak layak huni ,warga tidak mampu untuk membangun rumahnya. (Adh).

Komentar