Operasional TPA Burangkang Kembali Normal, DLH Pastikan Tidak Ada Antrean Truk Sampah

Pemerintahan39 Dilihat

CIKARANG PUSAT – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bekasi memastikan operasional Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Burangkang kembali berjalan normal setelah sempat mengalami kendala dalam beberapa hari terakhir. Kondisi tersebut dipastikan langsung oleh Humas DLH Kabupaten Bekasi, Dedi Kurniawan, pada Minggu (26/04/2026).

 

Dedi menjelaskan bahwa pengelolaan alat berat di TPA Burangkang saat ini sepenuhnya menggunakan pihak ketiga. Kebijakan ini dinilai lebih efektif karena mampu menjaga ketersediaan alat serta meminimalisir gangguan operasional.

 

“Seluruh alat berat yang beroperasi di TPA Burangkang menggunakan pihak ketiga, dan ini sudah hampir masuk tahun kedua. Hasilnya lebih efektif karena tidak ada lagi alat yang rusak atau kekurangan,” ujarnya.

 

Ia menambahkan, dengan sistem tersebut, operasional di lapangan menjadi lebih stabil. Tidak hanya itu, keberadaan operator juga terjamin sehingga aktivitas pengolahan sampah berjalan lancar tanpa hambatan berarti.

 

“Operator aman, alat juga tersedia, dan yang terpenting sekarang sudah tidak ada antrean. Itu yang kita jaga agar pelayanan tetap optimal,” katanya.

 

Dedi mengungkapkan, kendala sempat terjadi akibat kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) industri yang cukup signifikan. Hal ini berdampak langsung pada biaya operasional pihak ketiga yang mengelola alat berat di TPA.

 

“Bukan karena kelangkaan, tetapi karena kenaikan harga BBM industri yang cukup tinggi dan di luar perhitungan kontrak. Itu yang sempat membuat operasional terhenti sementara,” jelasnya.

 

Namun demikian, pihak DLH bersama pimpinan daerah segera mengambil langkah cepat melalui rapat maraton guna mencari solusi terbaik agar operasional dapat kembali berjalan.

 

“Alhamdulillah, setelah melalui pembahasan panjang, operasional kembali berjalan sejak Sabtu kemarin. Ada penyesuaian jumlah alat berat dari sebelumnya sekitar 22 unit menjadi sekitar18 unit untuk menyesuaikan anggaran yang ada,” terangnya.

 

Menurutnya, langkah tersebut diambil sebagai strategi efisiensi tanpa mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat. Ia juga memastikan bahwa kondisi di lapangan saat ini sudah kembali normal.

 

“Sekarang sudah normal, tidak ada antrean, dan armada sudah bergerak kembali. Itu yang menjadi fokus utama kami saat ini,” tegasnya.

 

Lebih lanjut, Dedi mengingatkan masyarakat agar tidak membakar sampah, terutama menjelang musim kemarau yang berpotensi menimbulkan kebakaran.

 

“Kami harapkan masyarakat tidak membakar sampah karena dampaknya sangat berbahaya, baik bagi lingkungan maupun kesehatan. Apalagi saat musim kering, risiko kebakaran semakin tinggi,” pungkasnya. (RED)