Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Sampaikan Pesan Ketua Umum PDI Perjuangan Untuk Seluruh Para Kader Partai Agar Para Lansia diperhatikan dan Jangan Sampai Terabaikan

Uncategorized26 Dilihat

KOTA BEKASI – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan menggelar Hari Lansia Sedunia dan Hari Kesehatan Mental yang dipusatkan di GOR Bang Yan, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, menegaskan bahwa bagi partainya, politik adalah gerak kemanusiaan dan kebudayaan yang berlandaskan Pancasila. Oleh karena itu, negara dan kader partai wajib memastikan tidak ada satu pun lansia yang diabaikan sesuai arahan Ketua Umum (Ketum) PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.

“Dengan peringatan hari lansia, kita menempatkan lansia sebagai jembatan antara generasi sebelumnya dan masa depan, antara sejarah dan masa depan. Kader-kader partai ditugaskan untuk mengunjungi para lansia dan mendorong kebijakan yang berpihak kepada mereka agar tidak sendirian, mendapatkan pelayanan kesehatan, serta ruang sosialisasi yang baik,” ujar Hasto di lokasi acara, Kamis, (1/10/2026).

Hasto juga memuji langkah konkret yang telah diambil oleh DPC PDIP Kota Bekasi di bawah kepemimpinan Tri Adhianto Tjahyono yang telah menginisiasi pembentukan 28 sekolah lansia di wilayah tersebut. Pihaknya berencana menjadikan program ini sebagai kebijakan strategis nasional bagi kepala daerah dari PDI Perjuangan.

“Tadi saya sempat berkomunikasi dengan salah satu kepala sekolah lansia, Ibu Chan Widiyatno, dan kemudian kita akan bangun kerja sama dan ini akan menjadi kebijakan strategis dari kepala daerah PDI Perjuangan untuk membuat sekolah-sekolah para lansia tempat mereka berkomunikasi, juga kemudian untuk memeriksa kesehatan semacam posyandu bagi lansia. Dan ini adalah jembatan yang sangat penting bagi masa lalu dan juga masa depan,”terangnya.

Dalam kesempatan yang sama, Hasto turut menyindir pihak-pihak yang memaknai politik semata-mata sebagai ajang perebutan kekuasaan tanpa mengindahkan nilai-nilai moral dan kemanusiaan.

“Bagi PDI Perjuangan, politik adalah gagasan besar tentang kemanusiaan, tentang pengbumian Pancasila, tentang welas asih, dan bagaimana kita menempatkan jembatan masa lalu dan masa depan,” tegasnya.

Sementara itu, Wali Kota Bekasi sekaligus Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Bekasi, Tri Adhianto Tjahyono, mengungkapkan bahwa kegiatan ini awalnya direncanakan dihadiri langsung oleh Ketua Umum DPP PDIP, Megawati Soekarnoputri. Namun, rencana tersebut urung terlaksana karena masih dalam suasana berduka.

Meski demikian, Tri menyebut kehadiran DPP PDIP membawa angin segar melalui rekomendasi strategis bagi fraksi-fraksi di DPR RI untuk mendorong revisi Undang-Undang tentang Lansia.

“Jadi, saya kira ini representasi yang terus dilakukan, termasuk di dalamnya adalah ada satu rekomendasi yang diberikan dari DPP pada fraksi-fraksi yang ada di DPR RI untuk kemudian menggolkan satu rancangan perubahan terkait dengan undang-undang tentang lansia. Di mana lansia diharapkan menjadi subjek dan bukan objek, sehingga perhatian pemerintah kepada lansia semakin tinggi,” jelas Tri.

Terkait kondisi di lapangan, Tri memaparkan bahwa Kota Bekasi saat ini telah memiliki 3.800 lansia yang terwadahi dalam 17 sekolah lansia, dengan sekitar 1.800 lansia hadir langsung memeriahkan acara tersebut. Pihaknya berharap program ini dapat mencegah para lansia menjadi beban sosial, melainkan bertransformasi menjadi faktor pendorong dan teladan dalam membangun karakter bangsa. (RED)